Once upon a time, when the sky was covered with blue, when the sun was smiling too

Senin, 20 September 2010

love.women.fragile-all are in a line-


sehari ini saya menjalani sedikit perbincangan berat dengan sahabat.
berat karena korelasinya dengan hati.

tapi bukan itu redline nya, redline nya adalah mengenai pemikiran saya malam ini.
pemikiran random dan terlalu keremaja remajaan : love.
tapi menariknya, kini tidak buntu hanya sampai 1 kata tadi, kali ini pemikiran saya ternyata berkorelasi pada kata berikutnya : fragile.

intinya, saya tidak mengglobalkan maksud saya kepada kata wanita,
hanya, bisa saya jamin bahwa; saya, sahabat saya,teman teman baru saya yang sedang beranjak lebih dekat,sahabat yang sehari ini berbincang perbincangan berat dengan saya tadi,bahkan wanita dalam skala tertentu, masih dapat dipastikan memiliki satu sisi di hati dan pikirannya yang ternyata tidak sekuat seperti yang berusaha dicitrakannya.

wanita dalam skala tertentu : ternyata rapuh.


bukan maksud saya mensejajarkan rapuh dengan lemah.
hanya, wanita tetaplah tidak terlalu kuat untuk memperisai dirinya saat menerima suatu luka yang didapatinya secara tibatiba yang kemudian bisa membuatnya sangat merasa sakit.

menjadi jelas dipandangan saya, bahwa kerapuhan wanita-dalam skala tertentu- akan menjadikan lukanya itu tidak dengan sebegitu mudahnya hilang hanya karena berjalannya waktu. bahkan tidak pernah hilang. bekas luka itu masih jelas,tidak hilang,dan tidak berkurang.
bekas luka itu terbawa hingga entah kapan.
bahkan kadang, ya, pengaruhnya begitu besar hingga dapat menguasai pemikiran dan hati. sehingga terkadang bekas luka ini dapat kembali menjadi suatu ketakutannya jika ia harus mengambil suatu langkah baru.

begitu pun saya, sebagaimanapun saya kembali baik, hidup saya sebegitu sempurna, nyatanya bekas luka itu tetap terbawa. memang sudah tidak sakit, memang samasekali sudah tidak mempengaruhi bahagianya hidup saya. tapi tetap saja menjadi sebuah bekas luka.
dan entah kenapa, masih tetap tidak bisa dilupakan,bahkan walau untuk mengusahakannya saja.

women-in the certain scale- : we are fogiving, but we are not ever forgetting

jadi wanitawanita yang kuat ini, tetap saja begitu rapuh bilamana suatu saat terhadapnya datang luka yang bisa membuatnya sangat merasa sakit hingga bekasnya tidak bisa dihilangkan walaupun (yang sering orang bilang) dengan seiring berjalannya waktu.

terkadang dari hidup itu sendiri saya telah diajari banyak hal.
:)