Once upon a time, when the sky was covered with blue, when the sun was smiling too

Rabu, 26 Mei 2010

B.J Habibie dan Hasri Ainun Habibie




sebenarnya saya tau saya ini benar benar pribadi yang melankolis,bukan plegmatis apalagi sanguinis. tapi melankolis sempurna. TAPI, saya tidak menyangka bahwa ternyata kadar kemelankolisan saya ini bener2 wah sekali! basic dari pemikiran saya kali ini adalah kejadian yang cukup menggemparkan hari saya kemarin (bukan hanya menggemparkan Indonesia), yaitu meninggalnya Ibu Hasri Ainun Habibie.

saya tidak tahu kenapa kewafatan ibu negara yang satu ini benar benar seperti menggaruk hati saya dalam dalam. setiap tweets yang masuk pada trending topic 'Habibie' bisa membuat saya sampai cukup mengeluarkan air mata (it was trully what I did. gila banget!), setiap saya googling dan menemukan artikel tentang ibu ainun ini cukup dapat memerindingkan seluruh tubuh(ini suer nya beneran deh smpai kaya begini), dan setiap saya melihat warta berita sampai infotainment-terakhir dari nonton yg siang di sc*tv- saya bisa sampai bersedu sedan.padahal durasi tayangnya bisa cuma beberapa menit doang. (TERNYATA BENAR SAYA INI RAPUH SEKALI :') )

and why I had to be so much dramaqueen??? the only anwer is : Bapak Baharudin Jusuf Habibie.
(untuk bagian ini skrg saya benar2 tidak punya kata yang tepat untuk memverbalisasi pikiran saya). Bpak,pria,suami yang satu ini benar benar sosok dongeng subhanalloh tidak pernah saya lihat di real life seperti yang satu ini(kl film sih udah numpuk). romeo dan julietnya Indonesia, Muhammad dan Khadijjah nya masa sekarang, subhanalloh saya beku!
seorang bapak habibie yang hanya mencintai ibu ainun yang sampai wafat pun tidak berkurang kuantitasnya.

"i was born for ainun,and ainun was born for me"
"dia memang tidak mengingat saya, tapi saya kan masih ingat dia (he was smiling)"
"saya memang mencintai ainun,tapi Alloh lebih mencintai nya,jadi saya relakan ia pergi"

dan banyak lagi pernyataan hati seorang suami kepada istrinya,bapak habibie kepada ibu ainun.
cerita bagaimana mereka bertemu,bagaimana mereka berteman sedari kecil,hingga akhirnya mereka memutuskan hidup bersama sampai ibu ainun bernafas terakhir dalam pelukan bapa habibie, semua dicertikan dengan suara parau dan sesekali air mata yang dihapus tissue.
Subhanalloh....
pasangan yang benar benar memberi banyak pelajaran.dan benar benar mengubak abik hati saya sampai sekarang saya menulis ini :')

bapak B.J Habibie dan Ibu Hasri Ainun (artinya mata yang indah :) )

semoga Ibu ainun mendapat tempat yang paling indah.selamat jalan ibu...
semoga Bapak Habibie dapat terus dikuatkan hatinya, dan keduanya bisa dipersatukan kembali di surga yang indah. amin.

additional : Alloh... wish I could have my own Mr.Habibie in this life. amin :)